Senin, 22 September 2014

Sepintas



 
Hasil Analisis Cerpen “Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek” karya Djenar Maesa Ayu


            Dalam analisis yang saya jumpai pada cerpen, “Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek” karya Djenar Maesa Ayu terdapat beberapa teori. Teori pertama teori tentang Konsep Rasa Bersalah yakni, pelanggaran terhadap standar moral yang menimbulkan rasa bersalah disebabkan oleh adanya konflik antara ekspresi impuls dan standar moral. Ketika individu sudah tidak mampu mengatasi masalah hidupnya seraya menghindarinya, melalui manuver-manuver defensi rasa bersalah dan tidak berbahagia. Hal ini terdapat pada paragrap pertama halaman 3, yakni /“saya ingin Ia dan dia”/ dan /“… mereka tahu, jika saya harus memilih, saya tidak akan bahagia…”/.
Dalam kutipan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tokoh Saya merasakan rasa bersalah pada tokoh Ia dan tokoh Dia. Jika tokoh Saya harus memilih tokoh Ia, maka tokoh Dia akan tersakiti. Sebaliknya, jika Saya memilih Dia, maka tokoh Saya akan tersakiti. Tokoh saya tidak ingin menyakiti keduanya. Begitu pula dalam kutipan paragrap kedua halaman 4, tokoh Saya ingin kembali kesisi Dia, namun tokoh Saya merasa bersalah pada tokoh Ia /“… membuat saya terluka. Membuat saya merasa harus segera pulang kepelukan Ia”/.
Juga dalam halaman  3 paragrap ketiga /“… kamu tidak perlu lagi merasa bersalah kepada ia setiap kali bersama saya…”/.
Pada kutipan halaman 3, tokoh Saya merasa bersalah memberikan cinta Saya kepada Dia disaat tokoh Saya sudah bersama Ia. /“ … kenapa saya begitu bodohnya membuka hati dan memeberikan cinta saya kepada dia disaat saya sudah bersama ia?”/.
Kemudian, pada paragrap kekempat halaman tiga  /“… tapi kenyataannya Saya remuk. Saya sangat amat tidak bahagia karena cinta Ia dan Dia melukai mereka. Melukai mereka adalah hal yang tidak pernah ada dalam benak Saya…”/ dan /“ tapi saya hanya bisa bahagia jika Ia dan Dia bahagia. Saya tidak bisa memilih salah satu dari mereka dan dengan begitu Saya bahagia”/.
            Kemudian teori kedua, yaitu teori rasa bersalah yang dipendam. Dalam teori ini, seseorang cenderung merasa bersalah dengan cara memendam dalam dirinya sendiri. Teori ini terdapat pada paragrap kelima halaman 2 yaitu /“kami hanya tau kami sakit. Kami juga tahu penyebab kami sakit. Tapi tidak ada yang bisa kami lakukan untuk menghalau sakit itu kecuali menghayatinya. Melamunkan sesuatu untuk sementara untuk segera melupakannya. Berharap segera pulih…”/.
Rasa bersalah yang dipendam pada tokoh Saya yang merasa telah melakukan kesalahan besar dengan cara terus berdusta pada halaman 5. Tokoh Saya merasa membuat luka yang dalam pada hati tokoh Ia. Terdapat dalam kutipan /“…bahwa saya telah melakukan kesalahan besar, bahwa saya tidak mencintai Dia. Tapi yang terjadi ternyata Saya lelah berdusta…”/ dan /“…membuat ia semakin terluka. Membuat saya semakin terluka”/.
Lalu dalam kutipan halaman 6 /“…masih belum mampu mendapat obat penawar luka selain membiarkan dan menghayati cinta kami – cinta Saya untuk Ia dan Dia, cinta Ia untuk Saya. Cinta Dia untuk Saya - yang seperti angin…”/.
            Analisis terakhir, yang saya temukan analisis tentang cinta. Gairah cinta dari cinta yang romantis yang tergantung pada si individu dan objek cinta- adanya nafsu dan keinginan untuk bersama-sama. Hal ini terdapat dalam halaman 3 kutipannya /“… Saya ingin Ia dan Dia”/. Tokoh Saya cenderung memiliki rasa cinta yaitu rasa ingin memiliki. Kemudian rasa cinta juga terdapat pada halaman 4 pada kutipan /“…hati Saya tenteram ketika Dia mencintai Saya dengan segenap perasaan”/.
            Jadi, menurut saya, cara untuk mengantisipasi atau cara penyelesaian dari hal tersebut (cinta segi tiga) dalam cerpen “Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek” karya Djenar Maesa Ayu yaitu, tokoh Saya seharusnya memiliki suatu tindakan. Apakah tokoh Saya harus bersama dengan tokoh Ia atau tokoh Dia? Tokoh Saya tidak boleh plin-plan. Atau jika tokoh Saya tidak ingin menyakiti keduanya, akhiri saja percintaan dengan tokoh Ia dan Tokoh Dia dengan cara tidak memilih keduanya. Tokoh Saya harus tegas dalam menentukan pilihan. Jangan terlalu larut dalam membiarkan masalah hingga, menyakiti hati Tokoh Saya Sendiri, Tokoh Ia, dan Tokoh Dia.  


_Anna Devara_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Wacana Sastra Melalui Kegiatan Membaca Puisi

Membaca Puisi diartikan sebagai kegiatan menyampaikan puisi didepan hadirin dengan sepenuhnya membaca teks puisi. Unsur gerak anggota tu...