Hasil Analisis Cerpen “Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta
Pendek” karya Djenar Maesa Ayu
Dalam
analisis yang saya jumpai pada cerpen, “Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta
Pendek” karya Djenar Maesa Ayu terdapat beberapa teori. Teori pertama teori
tentang Konsep Rasa Bersalah yakni, pelanggaran terhadap standar moral yang
menimbulkan rasa bersalah disebabkan oleh adanya konflik antara ekspresi impuls
dan standar moral. Ketika individu sudah tidak mampu mengatasi masalah hidupnya
seraya menghindarinya, melalui manuver-manuver defensi rasa bersalah dan tidak
berbahagia. Hal ini terdapat pada paragrap
pertama halaman 3, yakni /“saya ingin Ia dan dia”/ dan /“…
mereka tahu, jika saya harus memilih, saya tidak akan bahagia…”/.
Dalam kutipan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tokoh
Saya merasakan rasa bersalah pada tokoh Ia dan tokoh Dia. Jika tokoh Saya harus
memilih tokoh Ia, maka tokoh Dia akan tersakiti. Sebaliknya, jika Saya memilih
Dia, maka tokoh Saya akan tersakiti. Tokoh saya tidak ingin menyakiti keduanya.
Begitu pula dalam kutipan paragrap kedua
halaman 4, tokoh Saya ingin kembali kesisi Dia, namun tokoh Saya merasa
bersalah pada tokoh Ia /“… membuat saya terluka. Membuat saya
merasa harus segera pulang kepelukan Ia”/.
Juga dalam
halaman 3 paragrap ketiga /“…
kamu tidak perlu lagi merasa bersalah kepada ia setiap kali bersama saya…”/.
Pada kutipan
halaman 3, tokoh Saya merasa bersalah memberikan cinta Saya kepada Dia disaat
tokoh Saya sudah bersama Ia. /“ … kenapa saya begitu bodohnya membuka
hati dan memeberikan cinta saya kepada dia disaat saya sudah bersama ia?”/.
Kemudian, pada paragrap
kekempat halaman tiga /“… tapi kenyataannya Saya remuk. Saya
sangat amat tidak bahagia karena cinta Ia dan Dia melukai mereka. Melukai
mereka adalah hal yang tidak pernah ada dalam benak Saya…”/ dan /“
tapi saya hanya bisa bahagia jika Ia dan Dia bahagia. Saya tidak bisa memilih
salah satu dari mereka dan dengan begitu Saya bahagia”/.
Kemudian
teori kedua, yaitu teori rasa bersalah yang dipendam. Dalam teori ini, seseorang
cenderung merasa bersalah dengan cara memendam dalam dirinya sendiri. Teori ini
terdapat pada paragrap kelima halaman 2
yaitu /“kami hanya tau kami sakit. Kami juga tahu penyebab kami sakit. Tapi
tidak ada yang bisa kami lakukan untuk menghalau sakit itu kecuali
menghayatinya. Melamunkan sesuatu untuk sementara untuk segera melupakannya. Berharap
segera pulih…”/.
Rasa bersalah yang dipendam pada tokoh Saya yang
merasa telah melakukan kesalahan besar dengan cara terus berdusta pada halaman 5. Tokoh Saya merasa
membuat luka yang dalam pada hati tokoh Ia. Terdapat dalam kutipan /“…bahwa
saya telah melakukan kesalahan besar, bahwa saya tidak mencintai Dia. Tapi yang
terjadi ternyata Saya lelah berdusta…”/ dan /“…membuat ia semakin terluka.
Membuat saya semakin terluka”/.
Lalu dalam kutipan halaman
6 /“…masih belum mampu mendapat obat
penawar luka selain membiarkan dan menghayati cinta kami – cinta Saya untuk Ia
dan Dia, cinta Ia untuk Saya. Cinta Dia untuk Saya - yang seperti angin…”/.
Analisis
terakhir, yang saya temukan analisis tentang cinta. Gairah cinta dari cinta yang romantis yang tergantung pada
si individu dan objek cinta- adanya nafsu dan keinginan untuk bersama-sama. Hal
ini terdapat dalam halaman 3
kutipannya /“… Saya ingin Ia dan Dia”/. Tokoh Saya cenderung memiliki rasa
cinta yaitu rasa ingin memiliki. Kemudian rasa cinta juga terdapat pada halaman 4 pada kutipan /“…hati
Saya tenteram ketika Dia mencintai Saya dengan segenap perasaan”/.
Jadi,
menurut saya, cara untuk mengantisipasi atau cara penyelesaian dari hal
tersebut (cinta segi tiga) dalam cerpen “Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta
Pendek” karya Djenar Maesa Ayu yaitu, tokoh Saya seharusnya memiliki suatu
tindakan. Apakah tokoh Saya harus bersama dengan tokoh Ia atau tokoh Dia? Tokoh
Saya tidak boleh plin-plan. Atau jika
tokoh Saya tidak ingin menyakiti keduanya, akhiri saja percintaan dengan tokoh
Ia dan Tokoh Dia dengan cara tidak memilih keduanya. Tokoh Saya harus tegas
dalam menentukan pilihan. Jangan terlalu larut dalam membiarkan masalah hingga,
menyakiti hati Tokoh Saya Sendiri, Tokoh Ia, dan Tokoh Dia.
_Anna Devara_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar