Selasa, 23 Juni 2020

Memahami Wacana Sastra Melalui Kegiatan Membaca Puisi


Membaca Puisi diartikan sebagai kegiatan menyampaikan puisi didepan hadirin dengan sepenuhnya membaca teks puisi. Unsur gerak anggota tubuh atau perubahan arut muka tidk dipentingkan. Agar pembaca dapat membaca puisi setepat-tepatnya seperti yang dihendaki oleh penyairnya, dia harus dapat menginterpretasikan atau menafsirkan puisi yang dibacakan dengan cara menghayati puisi tersebut. Penghayatan yang benar dan sungguh-sungguh akan melahirkan ekspresi yang betul dan mengesankan. Ekspresi tersebut akan terlihat pada mimic (gerak seluruh tubuh), gesture (gerak tangan, pantomimik atau gerak seluruh tubuh), dan naik turunnya suara.      Suara dan tekik vocal yang memadai menjadi sesuatu yang amat penting dalam sebuah pembacaan puisi, karena dalam kenyataannya, penghayatan pembaca akan menentukan intonasi, jeda, irama, gerak-gerik anggota tubuh, dan mimik. Yang perlu diperhatikan dalam masalah vokal yaitu kejelasan pengucapan, kebenaran pengucapan (aksen, intonasi, dan pengucapan fonem), serta volume suara. dan teknik vokal yang memadai, 

Namaku Toraja
Di uratku deras mengalir sungai Sa’dang
Tulang igaku tanduk-tanduk kerbau belang
Nafasku angin pegunungan angin lembut di rumput ilalang
Langit bapakku bumi ibuku
Toraja namaku
Benihku tumbuh di batu tumbuh di tanah
Benihku padi di ladang padi di sawah
Benihku julang di gunung tabah di lembah
Benihku pohon-pohon kopi belukar dammar hutan-hutan cemara
Namaku toraja
Benihku tak hangus di api tak benam di air
Benihku tak luka dibadik tak koyak ditombak
Benihku tak tebas dipedang tak tembus dipanah
Benihku langit kakeknya bumi neneknya
Namaku toraja
Husni Djamaluddin

Penilaian Saya terhadap Buku Teks itu dilihat dari Charter and Long yaitu:
1.      Ketersedian umum teks yang tercetak, artinya naskah yang dipilih telah tersedia.
2.      Teks tersebut menyediakan pilihan yang memenuhi syarat tentang kesusastraan secara menyeluruh, meskipun kecil atau sedikit. Artinya teks yang dipiih mengandung unsur-unsur sastranya.
3.      Teks yang dikenal atau baku (standar) atau teratur dibandingkan dengan teks yang tidak dikenal atau tidak baku. Artinya, saya memilih satu buah naskah sastra yang saya anggap tidak baku yang terdapat di buku teks terbitan Ganeca karena saya yakin kalau penulis puisi tersebut belum terkenal dan satu buah lagi dari buku sepuluh petunjuk dalam membaca dan memahami puisi, Mursal Esten  yang saya anggap sudah baku karena penulis puisi tersebut terkenal.
4.      Pilihan yang dibatasi oleh silabus atau lembaga pengujian dibandingkan dengan penyeleksian secara bebas mengenai apa saja yang ditentuan oleh guru itu adalah tepat atau sesuai. Artinya teks yang saya pilih itu Relevan, sesuai dengan tingkatannya jenjang pendidikannya.
5.      (Pada kajian Charter and Long Nomor 6) Teks yang panjang dibandingkan dengan teks yang pendek. Artinya saya memilih satu teks yang panjang dan satu teks yang pendek guna mengenalkan bahwa puisi tidak hanya ada puisi yang panjang saja, tapi ada juga puisi yang pendek. Hal ini dilakukan agar wawasan siswa tentang puisi bertambah.

Soal:
1.      Apa tema puisi yang telah dibacakan tersebut?
2.      Apa makna yang terkandung dalam puisi tersebut?
3.      Apa pesan yang hendak disampaikan oleh penyair?
Jawaban:
1.      Tema dari puisi tersebut adalah menceritakan keadaan alam Toraja.
2.      Makna puisi tersebut ialah menekankan keindahan alam, karakteristik, dan keunggulan Toraja yang terletak di daerah dataran tinggi. Melalui citraan visual, penyair berusaha menggambarkan keindahan dan karakteristik alam Toraja yang dialiri air Sungai Sa’dang, terlihat gembala kerbau, terasa angin pegunungan, dan angin lembut diantara rumput ilalang. Makna ini terletak dalam uraian kata-kata yang terdapat dalam bait pertama yaitu:
 Di uratku deras mengalir sungai Sa’dang
Tulang igaku tanduk-tanduk kerbau belang
Nafasku angin pegunungan angin lembut di rumput ilalang
Langit bapakku bumi ibuku
Toraja namaku
Pada bait kedua dan ketiga si penyair menekankan keunggulan Toraja melalui gaya bahasa pengulangan (repetisi) kata Benihku, Benihku tak, dan klausa Namaku Toraja.
Benihku tumbuh di batu tumbuh di tanah
Benihku padi di ladang padi di sawah
Benihku julang di gunung tabah di lembah
Benihku pohon-pohon kopi belukar dammar hutan-hutan cemara
Namaku toraja
Benihku tak hangus di api tak benam di air
Benihku tak luka dibadik tak koyak ditombak
Benihku tak tebas dipedang tak tembus dipanah
Benihku langit kakeknya bumi neneknya
Namaku toraja

3.      Pesan yang hendak disampaikan oleh penyair yaitu, keindahan alam Toraja yang terletak di daerah dataran tinggi yang memiliki berbagai keunggulan. 

_Anna Devara_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Wacana Sastra Melalui Kegiatan Membaca Puisi

Membaca Puisi diartikan sebagai kegiatan menyampaikan puisi didepan hadirin dengan sepenuhnya membaca teks puisi. Unsur gerak anggota tu...