Jumat, 19 September 2014

Puisi: Menyerah



Menyerah
                                                                                                            Karya Andev


Delapan belas lima puluh lima
Ya, aku sekarang mengerti
Perasaan indahku ini, hanya khayalku
Khayalan indah  yang tak mungkin bisa sedikitpun membuatmu tersentuh
Tersentuh untuk sejenak melihatku,
Melihat ke tulusku, ke hatiku
Sembilan belas tujuh belas

Kupahami,
Aku bukan butir kehangatan
Yang bisa mengubah dinginmu
Meluluhkan dingin akan kata dan rasa
Juga sikapmu

Perasaan ini, malah membuatku sepi
Sepi dan menggigil
Dan aku terasa benar-benar tak sanggup
Seakan benar-benar tidak pernah pantas
Sembilan belas dua puluh delapan
Aku menepi

Menepikan perasaan bisuku
Pada hati yang enggan tersentuh untuk bisa pahami
Rasa dan rindu yang membunuh ini

Aku melangkah
Benar-benar meninggalkan perasaan indah
Meninggalkan lidah yang kaku untuk memberitahukan kata-kata indah
Ya, sampai ujung detik ini,
Perasaanku tak bisa berarti untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Wacana Sastra Melalui Kegiatan Membaca Puisi

Membaca Puisi diartikan sebagai kegiatan menyampaikan puisi didepan hadirin dengan sepenuhnya membaca teks puisi. Unsur gerak anggota tu...