Berikut adalah contoh Implikatur Percakapan pada Pragmatik!
A : Nasi gorengnya
kok enak banget ya?
B : Iyalah…Pak Kumis…
Percakapan tersebut secara literal tidak dapat
dipahami karena tidak disebutkan dalam penuturan itu, tapi secara tersirat bisa
dipahami pada waktu sekarang kita tahu kalau nasi goreng buatan Pak Kumis
memang enak.
Prinsip kerja sama dalam
penuturan:
o Maksim Kuantitas:
1.
A : Makanannya sudah disajikan, ayo!
B : Sekarang?
C : Nggak..tahun depan aja!
2.
A : Istri saya wanita yang cantik sebentar lagi
melahirkan
B : Istri saya sebentar lagi melahirkan.
3.
A : Ayo, kita berangkat jenguk Nina!
B : Ayo bu…
A : Emang rumahnya jauh nggak?
B : Dekat bu, naik motor nggak nyampe 5 jam kok.
Ketiga Penuturan tersebut tidak menaati maksim
kuantitas, karena adanya kata, pada (1) /sekarang?
nggak tahun depan aja!/ selain itu (2) /dekat
bu, naik motor gak nyampe 5 jam/ juga (3) / Istri saya yang wanita cantik / Merupakan kata-kata yang berlebihan
untuk memberikan informasi.
o Maksim Kualitas:
1.
A : Lambang bunga sakura merupakan ciri khas
Negara mana?
B : Negara
Jepang bu
2.
A : Nuna, coba siapa Nabi kita yang pertama?
B : Nabi Idris bu
A : Oh, berarti Nabi Adam, Nabi kedua ya! Pintar
sekali kamu…
Penuturan 1 sudah menaati maksim kualitas karena
lambing bunga sakura merupakan Icon
Negara Jepang yang juga di Jepang lambang bunga sakura juga dipakai sebagai
lambang keadilan di kepolisian Jepang. Pada pertuturan 2.A memberikan
kontribusi yang melanggar kualitas dengan mengatakan Nabi Adam adalah Nabi
kedua. Kontribusi A yang melanggar maksim kualitas diberikan sebagai reaksi
terhadap jawaban B yang salah. Maka, secara cepat kontribusi B akan mencari
jawaban mengapa A membuat pertanyaan yang salah itu. Kata, pintar sekali
merupakan kata sindiran agar B menyadari kesalahannya.
o Maksim
Relevansi:
A:
Mama, masakannya gosong!
B:
Aduh, mama ngejemur dulu, dek tanggung!
Penuturan B menyiratkan tidak dapat mengangkat
masakannya yang gosong karena sedang menjemur pakaian. B tidak langsung meminta
A untuk mengangkat masakannya yang gosong.
o Maksim Cara:
A.
Baik buruknya
anak itu kelak tergantung pada bagaimana cara orang tua mendidiknya, pengaruh
orang-orang terdekat dan lingkungan. Demikian pula kertas putih yang belum
ternoda. Seorang anak baru lahir masih suci. Demikian pula kertas putih yang
belum ternoda, akan menjadi apa kertas tersebut tergantung pada apa yang akan
kita goreskan pada kertas putih tersebut.
B.
Seorang anak
yang baru lahir masih suci. Baik buruknya anak tersebut kelak antara lain
bergantung pada bagaimana cara orang tua mendiddiknya, pengaruh orang-orang
terdekat dan lingkungannya. Demikian pula kertas putih yang belum ternoda, akan
menjadi apa kertas tersebut tergantung pada apa yang akan kita goreskan pada
kertas putih tersebut.
_Anna Devara_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar