Selasa, 23 Juni 2020

Mengenal Verba


Verba terbagi atas dua morfem asal atau lebih atau verba yang berafiks yang kemudian digabungkan dengan kata atau morfem terikat sampai menjadi satu satuan makna. Morfem asal yang dimaksud pada umumnya adalah morfem leksikal bebas seperti makan hati, naik darah dll. Namun ada juga yang terdiri atas morfem asal bebas dan morfem leksikal terikat seperti siap tempur, lepas landas, dan simpang siur. Verba majemuk dapat dibagi berdasarkan:
a.       Bentuk Morfologisnya
b.      Bentuk Komponennya
c.       Makna
Ø  Berdasarkan bentuk Morfologisnya : verba majemuk dasar, verba majemuk berafiks, dan verba majemuk berulang.
Ø  Berdasarkan hubungan komponennya terbagi atas: verba majemuk bertingkat dan verba majemuk setarta.
*      Perilaku sintaksis verba
Ialah sifat verba dalam hubungan dengan kata lain dalam tataran gramatika yang lebih tinggi, khususnya dalam frasa, klausa, dan kalimat.
*      Pengertian frasa verbal
Ialah satuan bahasa yang terbentuk dari dua kata atau lebih dengan verba sebagai intinya dan tidak merupakan klausa.
*      Jenis-jenis frase verba
1.      Frasa Endosentris Atributif
2.      Frasa Endosentrik Koordinatif
*      Fungsi verba dan Frasa Verba
v  Sebagai subjek : pada umumnya verba yang berfungsi sebagai subjek adalah verba inti.
v  Sebagai objek  : berfungsi sebagai objek contoh menari.
v  Sebagai pelengkap : berfungsi sebagai pelengkap dalam kalimat
v  Sebagai keterangan
*      Verba yang bersifat Atributif
Untuk memberikan tambahan pada nomina.
Contoh            : Anjing tidur tidak boleh diganggu
Verba tidur untuk menerangkan nomina inti, yaitu anjing.
Fungsi atributif verba seperti itu merupakan bentuk kependekan dari bentuk lain yang memakai kata yang. Verba yang berfungsi secara atributif tidak dapat diperluas tanpa adanya penghubung yang.
*      Verba yang bersifat Apositif
Sebagai keadaan yang ditambahkan atau diselipkan, contoh : pekerjaannya, mengajar, dan sudah ditinggalkannya. Verba dan frase verbal (dengan perluasannya) berfungsi secara apositif tersebut terletak diantara koma (,).
*      Jenis verba menurut prilaku sintaksisnya
Pengertian transitif : verba yang memerlukan nomina sebagai objek dalam kalimat aktif, dan objek itu dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif. Sedangkan verba tidak transitif yaitu verba yang tidak memiliki nomina dibelakangnya yang berfungsi sebagai objek dalam kalimat pasif. Berdasarkan ketransitifan verba ditentukan oleh dua faktor.
1)      Adanya nomina yang berdiri dibelakang verba berfungsi sebagai objek dalam kalimat aktif.
2)       Kemungkinan objek itu berfungsi subjek dalam kalimat pasif. Perhatikan contoh tersebut:
a)      Ibu sedang membersihkan kamar itu.
b)      Rakyat pasti mencintai pemimpin yang jujur.
c)      Maaf pak, ayah sedang mandi.
d)     Petani dipegunungan bertanam jagung.
Verba membersihkan dan mencintai disebut verba transif karena diikuti oleh nomina atau frasa nominal yaitu kamar itu dan pemimpin yang jujur. Nomina itu bertindak sebagai objek yang dapat dijadikan subjek seperti:
a)        Kamar itu sedang dibersihkan ibu.
b)        Pemimpin yang jujur pasti dicintai rakyat.
                       Sedangkan verba mandi tidak dapat diikuti nomina. Memang verba bertanam diikuti nomina jagung tapi nomina itu bukan objek dan tidak bisa menjadi subjek dalam kalimat pasif. Maka bertanam disebut verba semitransitif sedangkan jagung merupakan pelengkap.


*      Verba semitransitif dan taktransitif
Dilihat dari ada tidaknya pelengkap, verba taktransitif dapat dibagai atas verba semitransitif (verba taktransitif berpelengkap)  dan verba taktransitif (Verba taktransitif tak berpelengkap).
Contoh verba semitransitif:
a)    Gadis itu tersipu-sipu.
b)    Bibit kelapa itu sudah tumbuh.
Contoh verba tak transitif:
a)     Rumah orang kaya itu berjumlah 20 buah.
b)    Dia sudah mulai bekerja.
*      Verba Berpreposisi
Ialah verba taktransitif yang selalu diikuti oleh preposisi tertentu, contohnya:
-        Saya sering berbicara tentang hal itu.
-        Ujang berminat pada musik.
Ada dua hal dalam pemakaian verba berpreposisi:
1.      Orang sering memakai bentuk yang transitif tapi masih mempertahankan preposisi sehingga terjadi kesalahan seperti:
Saya tidak mengetahui tentang soal itu.
2.      Dalam bahasa yang tidak baku, orang sering menghilangkan preposisi pada verba yang tak transitif contoh:
Saya bertemu tetangga saya (seharusnya diikuti preposisi dengan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Wacana Sastra Melalui Kegiatan Membaca Puisi

Membaca Puisi diartikan sebagai kegiatan menyampaikan puisi didepan hadirin dengan sepenuhnya membaca teks puisi. Unsur gerak anggota tu...