Verba terbagi atas dua
morfem asal atau lebih atau verba yang berafiks yang kemudian digabungkan
dengan kata atau morfem terikat sampai menjadi satu satuan makna. Morfem asal
yang dimaksud pada umumnya adalah morfem leksikal bebas seperti makan hati,
naik darah dll. Namun ada juga yang terdiri atas morfem asal bebas dan morfem
leksikal terikat seperti siap tempur, lepas landas, dan simpang siur. Verba
majemuk dapat dibagi berdasarkan:
a. Bentuk Morfologisnya
b.
Bentuk
Komponennya
c.
Makna
Ø
Berdasarkan
bentuk Morfologisnya : verba majemuk dasar, verba majemuk berafiks, dan verba
majemuk berulang.
Ø
Berdasarkan
hubungan komponennya terbagi atas: verba majemuk bertingkat dan verba majemuk
setarta.
Ialah sifat verba dalam hubungan dengan kata lain
dalam tataran gramatika yang lebih tinggi, khususnya dalam frasa, klausa, dan
kalimat.
Ialah satuan bahasa yang terbentuk dari dua kata atau
lebih dengan verba sebagai intinya dan tidak merupakan klausa.
1.
Frasa
Endosentris Atributif
2.
Frasa
Endosentrik Koordinatif
v
Sebagai
subjek : pada umumnya verba yang berfungsi sebagai subjek adalah verba inti.
v
Sebagai
objek : berfungsi sebagai objek contoh
menari.
v
Sebagai
pelengkap : berfungsi sebagai pelengkap dalam kalimat
v
Sebagai
keterangan
Untuk memberikan tambahan pada nomina.
Contoh :
Anjing tidur tidak boleh
diganggu
Verba tidur untuk menerangkan nomina inti, yaitu
anjing.
Fungsi atributif verba seperti itu merupakan bentuk
kependekan dari bentuk lain yang memakai kata yang. Verba yang berfungsi secara atributif tidak dapat
diperluas tanpa adanya penghubung yang.
Sebagai keadaan yang ditambahkan atau diselipkan,
contoh : pekerjaannya, mengajar, dan sudah ditinggalkannya. Verba dan frase
verbal (dengan perluasannya) berfungsi secara apositif tersebut terletak
diantara koma (,).
Pengertian
transitif : verba yang memerlukan nomina sebagai objek dalam kalimat aktif, dan
objek itu dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif. Sedangkan verba
tidak transitif yaitu verba yang tidak memiliki nomina dibelakangnya yang
berfungsi sebagai objek dalam kalimat pasif. Berdasarkan ketransitifan verba
ditentukan oleh dua faktor.
1)
Adanya
nomina yang berdiri dibelakang verba berfungsi sebagai objek dalam kalimat
aktif.
2)
Kemungkinan objek itu berfungsi subjek dalam kalimat
pasif. Perhatikan contoh tersebut:
a)
Ibu
sedang membersihkan kamar itu.
b)
Rakyat
pasti mencintai pemimpin yang jujur.
c)
Maaf
pak, ayah sedang mandi.
d)
Petani
dipegunungan bertanam jagung.
Verba membersihkan dan mencintai
disebut verba transif karena diikuti oleh nomina atau frasa nominal yaitu kamar itu dan pemimpin yang jujur. Nomina itu bertindak sebagai objek yang dapat
dijadikan subjek seperti:
a)
Kamar itu sedang dibersihkan ibu.
b)
Pemimpin yang jujur pasti dicintai rakyat.
Sedangkan verba mandi tidak dapat diikuti nomina.
Memang verba bertanam diikuti nomina
jagung tapi nomina itu bukan objek
dan tidak bisa menjadi subjek dalam kalimat pasif. Maka bertanam disebut verba semitransitif sedangkan jagung merupakan
pelengkap.
Dilihat dari ada tidaknya pelengkap,
verba taktransitif dapat dibagai atas verba semitransitif (verba taktransitif
berpelengkap) dan verba taktransitif
(Verba taktransitif tak berpelengkap).
Contoh verba semitransitif:
a) Gadis itu tersipu-sipu.
b) Bibit kelapa itu sudah tumbuh.
Contoh verba tak
transitif:
a) Rumah orang kaya itu berjumlah 20 buah.
b) Dia sudah mulai bekerja.
Ialah verba taktransitif yang selalu
diikuti oleh preposisi tertentu, contohnya:
-
Saya
sering berbicara tentang hal itu.
-
Ujang
berminat pada musik.
Ada
dua hal dalam pemakaian verba berpreposisi:
1. Orang sering memakai bentuk yang
transitif tapi masih mempertahankan preposisi sehingga terjadi kesalahan
seperti:
Saya tidak mengetahui tentang soal itu.
2. Dalam bahasa yang tidak baku, orang
sering menghilangkan preposisi pada verba yang tak transitif contoh:
Saya bertemu tetangga saya (seharusnya diikuti
preposisi dengan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar