Selasa, 23 Juni 2020

Cara Membedakan Topik, Tema, dan Judul


 Perbandingan antara Topik,Tema dan Judul pada dasarnya hampir sama maknanya, yaitu pokok pembicaraan dalam diskusi atau dialog, pokok pikiran suatu karangan, dan nama yang digunakan untuk makalah atau buku atau gubahan pada suatu sajak.

Tema:
     Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan oleh penulis. 

Tema merupakan persoalan utama yang diungkapkan oleh pengarang dalam sebuah karya kesusteraan seperti cerpen atau novel.
  • Biasanya tema diolah berdasarkan sesuatu motif tertentu yang terdiri dari pada objek, peristiwa kejadian dan sebagainya.
  • Tema merupakan pokok pikiran atau dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, menggubah sajak, dsb).
  • Ada pendapat lain yang mengatakan bahawa tema sebagai satu gagasan, fikiran atau persoalan utama yang mendasari sesebuah karya sastra dan terungkap secara langsung (eksplisit) atau tidak langsung (implisit). 
  • Tema dalam sebuah cerita tidak dapat dilihat sepenuhnya sehingga cerita itu selesai dibaca. 
  • Selain itu, tema dapat dikesan melalui: 
1.    Perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita. 
2.    Peristiwa,kisah,suasana dan unsur lain seperti nilai-nilai kemanusian dan kemasyarakatan  yang terdapat dalam cerita.
3.    Persoalan-persoalan yang disungguhkan dan kemudian mendapatkan pokok persoalannya secara keseluruhan.
4.    Plot cerita.
Dalam novel dan cerpen, tema dapat dilihat melalui persoalan-persoalan yang dikemukakan, cara-cara watak itu bertentangan antara satu sama lain, bagaimana cerita diselesaikan, semuanya menentukan rupa tema yang dikemukakan oleh pengarang.

Topik: 
      Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel. Topik juga bisa diartikan sebagai:
  1.  Pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dsb; bahan diskusi.
2.     Hal yang menarik perhatian umum waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan.

Judul:
      Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain yang menyiratkan secara pendek isi buku; kepala karangan (cerita, drama, tajuk); identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.  
      Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.
    Judul dapat dikatakan sebagai jabaran topik atau tema. Karena itu judul harus mempu mencerminkan topik atau tema, tidak boleh menyimpang dari intinya. Judul harus relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud dan tujunnya.

Syarat-syarat pembuatan judul :
1.    Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.
2.    Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan. 
3.    Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata. 

Judul terbagi menjadi dua,yaitu :
1.    Judul langsung :
      Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubungannya dengan bagian utama nampak jelas.
2.  Judul tak langsung :
     Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

Fungsi Judul:
1.   Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis
2.   Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membacanya atau untuk mempelajari isinya.
3.   Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.


Membuat Tema, judul,  dan topik pada cerita
 
Tema dari cerita-cerita roman atau novel tahun 20-an (Balai Pustaka) termasuk tema pada Roman Siti Nurbaya umumnya bertemakan tentang perjuangan dan perlawanan terhadap adat istiadat lama. Cita-cita hanya angan belaka, tokoh utama kalah dengan adat istiadat, sengaja tokoh utama itu dimatikan oleh penulis.
Topik dari Roman ini ialah tentang Kawin Paksa.
Judul dari Roman tersebut yaitu Siti Nurbaya karangan Marah Rusli.

_Anna Devara_
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Wacana Sastra Melalui Kegiatan Membaca Puisi

Membaca Puisi diartikan sebagai kegiatan menyampaikan puisi didepan hadirin dengan sepenuhnya membaca teks puisi. Unsur gerak anggota tu...