Selasa, 23 Juni 2020

Mengenal Nomina, Promina, dan Numeralia


NOMINA
Batasan dan ciri nomina
Nomina disebut kata benda, dibagi menjadi tiga segi, yakni:
1.      Segi semantik
2.      Segi sintaksis, dan
3.      Segi bentuk
A.    Nomina dari segi perilaku semantiknya
Tiap kata dalam bahasa mana pun mengandung fitur-fitur semantik yang secara universal. misalnya, kakinya yang empat, adanya mata yang jumlahnya ada dua, warna tubuhnya yang bisa hitam, putih, cokelat, atau abu-abu.
Kata dalam bahasa mengandung fitur-fitur semantik yang sifatnya konvensional. Misalnya, dalam tata budaya Indonesia peran lelaki lebih dominan daripada peran wanita, nomina seperti gadis dapat melakukan banyak perbuatan, tetapi ada pula perbuatan yang umumnya tidak dilakukan oleh seorang wanita.
            Contoh :
             Gadis itu akan mengawini Achmad minggu depan.
             ( kalimat tidak lumrah, kalau dipakai ada makna tambahan yang muncul seperti   
              Keagresifan atau kekayaan gadis tersebut)
             *Gadis itu akan kawin dengan Achmad minggu depan, atau
             *Achmad akan mengawini gadis itu minggu depan
B.     Nomina dari segi perilaku sintaktisnya
Nomina menduduki bagian utama, sedangkan pewatasnya berada di muka atau di belakangnya. Bila pewatas frasa nominal itu berada di muka, pewatas ini umumnya berupa numeralia atau kata tugas.
Contoh : Lima lembar
Kalau pewatas berada di belakang nomina, frasa nominal dapat berupa urutan dua nomina atau lebih yang diikuti oleh adjektiva, verba, atau kelas kata yang lain.
Contoh : Masalah penduduk

·         Nomina digunakan dalam frasa preposisional
            Contoh : di kantor
·         Nomina tunggal maupun dalam bentuk frasa, nomina dapat menduduki posisi a. subjek b. objek c. pelengkap d. keterangan
            Contoh : Masalah penduduk memerlukan penanganan yang serius
C.     Nomina dari segi bentuknya
Dari segi bentuk morfologisnya, nomina terdiri atas dua macam, yakni : Nomina yang terbentuk kata dasar dan nomina turunan yang terdiri atas, afiksasi, perulangan, pemajemukan
Nomina Dasar, merupakan nomina yang hanya terdiri atas satu morfem. Contoh : nomina dasar umum (gambar, malam) dan nomina dasar khusus (adik, atas)
Nomina Turunan, dapat diturunkan melalui afiksasi, perulangan, pemajemukan. Afiksasi nomina adalah suatu proses pembentukan nomina dengan menambahkan afiks tertentu pada kata dasar. Contoh : darat mendarat daratan
Morfofonemik afiks nomina, penurunan nomina fonem akhir nomina sama dengan fonem akhir afiks verba. Misalnya, verba prefix meng-berubah menjadi men-dengan fonem /d/ (meng+dapat+mendapat) dan pada nomina peng-berubah menjadi pen- fonem /d/ (peng+datang+penatang).
Morfologi dan semantik nomina turunan, dalam bahasa Indonesia kata dasar tertentu dapat langsung menjadi nomina dengan memakai afiks tertentu.
Penurunan nomina dengan berbagai afiks (penurunan nomina dengan  ke-), pembahasan nomina yang diturunkan dapat disebutkan ialah ketua, kehendak, kekasih, dan kerangka.
Penurunan nomina dengan pel-, per-, dan pe-, nomina yang diturunkan dengan pel- hanya terbatas satu kata dasar. Contoh : pertapa – bertapa. Nomina-nomina lain yang berkaitan dengan verba ber- tetapi muncul dengan bentuk pe- contoh : petani – bertani
Pe- merupakan alomorf dari per- dapat dilihat dari banyaknya bentuk nomina yakni : petani – pertanian

Penurunan Nomina dengan peng-, arti yang umum bagi nomina dengan peng-ialah.
a.       Orang atau hal yang melakukan perbuatan yang dinyatakan oleh verba. Contoh : pembeli – orang yang membeli
b.      Orang yang pekerjaannya melakukan kegiatan yang dinyatakan oleh verba. Contoh : penyanyi – orang yang profesinya menyanyi
c.       Tampaknya adjektiva yang menjadi sumber penurunan ini berkaitan dengan sifat emosi manusia. Contoh : pemarah – orang yang sifaynya mudah marah
d.      Alat untuk melakukan kegiatan yang dinyatakan oleh verba. Contoh : penggali – alat untuk atau orang yang menggali
Penurunan Nomina dengan-an, arti umum yang dinyatakan oleh nomina dengan-an ialah hasil tindakan atau sesuatu yang dinyatakan oleh verba. Contoh : anjuran – hasil mengajurkan atau sesuatu yang dianjurkan.
Penurunan Nomina dengan peng-an, dapat diturunkan dari verba dengan meng- yang berstatus transitif.  a. bentuk peng-an juga dipakai. Makna yang umum adalah perbuatan yang dinyatakan oleh verba. Contoh : pemberontakan – perbuatan memberontak, b. nomina peng-an yang mengandung makna hasil perbuatan hal yang dinyatakan verba. Contoh : pengakuan – hasil perbuatan mengakui, c. nomina  turunan peng-an yang maknanya  unik sehingga harus ditentukan sendiri. Contoh : pendirian – pendapat yang dinyatakan/perbuatan mendirikan
Penurunan Nomina dengan per-an, diturunkan dari verba, tetapi umumnya dari verba taktransitif dan berawalan ber-. Contoh : perjanjian – berjanji
Nomina per-an yang berkaitan dengan verba meng- atau memper- yang berstatus transitif. Contoh : perlawanan – melawan
Penurunan Nomina dengan  ke-an
a.       Nomina dengan ke-an dapat diturunkan dari sumber verba, adjektiva, atau nomina. Contoh : kepergian – hal yang berhubungan dengan pergi
b.      Ke-an dengan verba, ke-an dengan adjektiva juga bermakna hal atau keadaan yang berhubungan dengan yang dinyatakan adjektiva. Contoh : kekosongan – kosong
c.       Cirri keabstarkan ini sebenarnya terdapat juga pada ke-an dengan adjektiva. Contoh : kebangsaan – hal mengenai bangsa
Kontras Antarnomina, kata dasar diberi afiks yang berbeda-beda, banyak nomina dalam bahasa Indonesia yang pemakaiannya mempertimbangkan perbedaan bentuk  dan maknanya. Contoh : pengosongan – perbuatan mengosongan
Nomina dengan Dasar Polimorfemis, ada dua kelompok kata turunan yang waktu diturunkan menjadi nomina tidak menanggalkan prefiksnya, tetapi menjadi sumber bagi pengimbuhan yang lebih lanjut. Contoh : seragam – keseragaman – penyeragaman
Contoh nomina turuna yang menjadi sumber bagi penurunan, memimpin – pemimpin – kepemimpinan
Penurunan Nomina dengan –el, -er, -em, dan –in, beberapa contoh yang dianggap sebagai kata monomorfemis, tunjuk – telunjuk
Penurunan Nomina dengan –wan/-wati, nomina dengan afiks –wan/-wati mengacu kepada (a) orang yang ahli dalam bidang tertentu ,isalnya, ilmuwan (b) orang yang mata pencarian atau pekerjaannya dalam bidang tertentu misalnya, karyawan, (c) orang yang memilki barang atau sifat khusus misalnya, dermawan.
Penurunan Nomina dengan –at/-in dan –a/-i, diturunkan dengan sufiks –at dan –in yang maknanya berkaitan dengan perbedaan jenis kelamin atau jumlah. Contoh : muslim – muslimat – muslimin. Perbedaan hanya terletak pada altenatif antara fonem /a/ untuk pria dan /i/ untuk wanita pada akhir kata. Contoh : dewa – dewi
Penurunan Nomina dengan –isme, -(is)asi, -logi, dan –tas, nomian dengan sufiks –isme dan –tas dipungut dari bahasa asing, namun menjadi produktif bentuk –isme, -(is)asi, -logi. Contoh : komunisme, kolonialisasi, biologi, kualitas
Perulangan Nomina/Reduplikasi adalah proses penurunan kata dengan perulangan, baik secara utuh maupun secara sebagian. (1) perulangan utuh misalnya, rumah-rumah, (2) perulangan salin suara misalnya, warna-warni, (3) perulangan sebagian misalnya, jaksa-jaksa tinggi, (4) perulangan yang disertai pengafiksan misalnya, bangun-bangunan.
Makna Bentuk Reduplikasi (1) makan keanekaan misalnya corat-coret, (2) makna kekolektifan yang merupakan kumpulan yang sejenis misalnya, dedaunan, (3) makan kekolektifan yang merupakan kumpulan berbagai jenis misalnya, tumbuh-tumbuhan, (4) makan kemiripan rupa misalnya, bapak-bapak, (5) makna kemiripan cara misalnya, kucing-kucingan.
Pemajemukan Nomina dan Idiom,dapat ditelusuri secara langsung dari kata-kata yang digabungkan, sedangkan nomina isiom memunculkan makna baru yang tidak dapat secara langsung ditelusuri dari kata-kata yang digabungkan. Jadi ujuk rasa adalah nomin, majemuk makna kata ujuk dan rasa.
Nomina Majemuk Dasar, merupakan nomina majemuk yang komponennya terdiri dari kata dasar. Contoh : suami - istri
Nomina Majemuk Berafiks, merupakan nomina majemuk yang salah satu atau kedua komponennya mempunyai afiks. Contoh : sekolah menengah
Nomina Majemuk dari Bentuk Bebas dan Bentuk Terikat, unsur terikat, uakni unsur yang tidak dapat berdiri sendiri. Contoh : hipertensi
Nomina Majemuk Setara/koordinatif adalah nomina majemuk yang kedua komponennya memilki kedudukan yang sama. Contoh : suami – istri
Nomina Majemuk  Bertingkat, merupakan nomina majemuk yang salah satu komponennya berfungsi sebagai induk, sedangkan komponen lainnya menjadi pewatas. Contoh : peran serta
Frasa Nomina, sebuah nomina seperti buku dapat diperluas ke kiri atau ke kanan
Contoh :
Numeralia
Penggolong
Nomina
dua
Buah
Buku

Jika tidak ada pewatas, ditempatkan pula sesudah inti. Contoh : buku tiga buah
Perluasan ke kanan itu mempunyai bermacam-macam bentuk dengan mengikuti kaidah yakni :
a.       Suatu inti dapat diikuti oleh suatu nomina lain. Contoh : buku sejarah kebudayaan Indonesia, dan frasa contoh : itu apa ? buku
b.      Suatu inti dapat diikuti oleh adjektiva, pronominal, atau farsa pemilkian, dan kemudian ditutup dengan pronominal penunjuk ini atau itu.
Contoh : baju
               baju merah
               baju merah saya
               baju merah adik saya
               baju merah adik saya ini
               baju merah adik saya itu
c.       Nomina diikuti oleh adjektiva dan tidak ada pewatas lain yang mengikutinya. Contoh : orang malas – orang yang malas
d.      Suatu inti sapat diikuti verba tertentu yang pada hakikatnya dapat dipisahkan oleh ynag untuk, atau unsure lain. Contoh : banberjalan – ban yang berjalan
e.       Suatu inti dapat pula diluaskan dengan aposisi. Contoh : Indonesia, Negara kami yang sangat kami cintai
f.       Suatu inti dapat diperluas dengan pewatas belakang, yakni klausa yang dimulai dengan yang. Contoh : penduduk yang bermukim di daerah pedalaman
g.      Suatu inti yang dapat diperluas oleh frasa berpreposisi. Contoh : petani di Aceh
PRONOMINA
Batas dan cirri Pronomina
Pronominal adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain. Ada tiga macam pronominal dalam bahasa Indonesia, yakni (1) pronominal persona (2) pronominal penunjuk (3) pronmina penanya
Pronomina Persona
Pronomina persona adalah pronominal yang dipakai untuk mengacu pada orang
a.       Persona pertama adalah saya, aku, dan daku, tremasuk bentuk baku
b.      Persona keuda mempunyai beberapa wujud, yakni engkau, kamu, anda, dikau, kau, dan mu
c.       Persona ketiga, ada dua macam yakni, (1) ia, dia, atau nya dan (2) beliau

Nomina Penyapa dan Pengacu sebagai Pengganti Pronomina Persona
Bentuk lain yang dipakai sebagai penyapauntuk persona kedua dan pengacu untuk persona pertamadan ketiga. Pada dasarnya ada empat factor yang mempengaruhi hal itu, (1) letak geografis, yang menimbulkan tanggapan yang berbedamengenai pronominal yang sama. Misalnya, masyarakat Jawa lebih suka menggunakan kamu, daripada engkau . (2) bahasa daerah misalnya, di daerah Ambon mempunyai pronominal beta sebagai padananbagi pronominal persona pertama (3) lingkungan sosial, yang terdapat di daerah metropolitan Jakarta yang menampung orang dari berbagai suku bangsa, dapat pula menimbulkan ragam bahasa yang berbeda. Pronominal gua atau gue dan lu dipakai di kota ini sebagai padanan bagi persona pertama dan kedua. (4) budaya bangsa Indonesia yang memperhatikan benar  tatakrama dalam pergaulan, biasanya menggunakan kamu, engkau, atau anda karena pronominal seperti itu dirasakan kurang hormat, maka nomina yang dipakai istilah seperti Bapak, Ibu, Kakak, Adik, dan Saudara.
Pronominal penunjuk ada tiga macam, yakni (1) pronominal penunjuk umum, (2) pronominal penunjuk tempat, dan (3) pronominal penunjuk ihwal.
Pronominal penunjuk umum ialah ini, itu, dan anu. Contoh : jawaban itu, masalah ini
Pronominal penunjuk tempat ialah sini, situ, atau sana. Contoh : kita akan bertolak dari sini
Pronominal penanya adalah pronominal yang dipakai sebagai pemarkah pertanyaan. Contoh : siapa, apa, kenapa, mengapa, di mana, ke mana, dari mana, bagaimana, berapa, kapan, bila(mana).
Gabungan Preposisi denganKata Tanya
Terdiri atas preposisi tertentu dengan apa atau siapa. Contoh : kue lapis terbuat dan apa ?
Kata Saja dan Implikasi Kejamakan
Implikasi kejamakan terdiri dari kata Tanya apa, siapa, di mana, ke mana, dari mana diikuti oleh kata saja. Contoh : kamu tadi pergi dengan siapa?
Kata saja dan Implikasi Ketidaktentuan
Frasa apa saja, siapa saja, dan di mana saja, dapat pula tidak berfungsi sebagia frasa Tanya. Contoh : silakan, ambil apa saja yang Anda inginkan
Reduplikasi  Apa, Siapa, dan Mana
Apa, siapa, dan mana dapat diulang untuk menyatakan ketidaktentuan. Contoh : saya tidak memblei apa-apa untuk ibu
Frasa Pronomina
1.      Penambahan numeralia kolektif. Contoh : mereka berdua
2.      Penambahan kata penunjuk. Contoh : saya ini
3.      Penambahan kata sendiri. Contoh : saya sendiri
4.      Penambahan klausa dengan yang. Contoh : mereka yang tidak hadir (akan ditegur)
5.      Penambahan frasa nominal yang berfungsi apositif. Contoh : kami, bangsa Indonesia
Numeralia
Numeralia atau kata bilangan adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya maujud (orang, binatang, atau barang)dan konsep. Ada dua macam numeralia (1) numeralia pokok, yang member jawab atas pertanyaan “Berapa?” dan (2) numeraliia tingkat yang member jawab atas pertanyaan “Yang keberapa?”
Numeralia pokok adalah bilangan dasar yang menjadi sumber dari bilangan-bilangan yang lain.
a.       Numeralia pokok tertentu mengacu pada bilangan pokok, yakni 0 – nol, 1 – satu
b.      Numeralia pokok kolektif dibentuk dengan prefix ke- yang ditempatkan di muka nomina yang diterangkan. Contoh : ketiga pemain – semua pemain dari nomor satu sampai ke nomor  tiga
c.       Numeralia pokok distributif dapat dibentuk dengan cara mengulang kata bilangan. Contoh : satu-satu, dua-dua
d.      Numeralia pokok tertentu mengacu pada jumlah yang tidak pasti dan sebagian besar numeralia ini tidak dapat menjadi jawaban atas pertanyaan yang memakai kata tanya berapa.
Contoh : banyak orang
e.       Numeralia pokok klitika jadi, numeralia macam itu diletakan di muka nominayang bersangkutan. Contoh : eka- satu, dwi- dua
f.       Numeralia  ukuran, menyatakan ukuran baik yang berkaitan dengan berta, panjang-pendek, maupun jumlah. Misalnya, lusin, kodi, meter, liter, atau gram. Contoh : kalau ke took, belilah dua lusin piring
g.      Numeralia tingkat, numeralia pokok dapat diubah menjadi numeralia tingkat. Contoh : kesatu atau pertama
h.      Numeralia pecahan, dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil. Contoh : ½ - seperdua, setengah, separuh

Frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong. Contoh : dua ekor (kerbau)

Penggolong nomina : orang, buah, ekor
Bahasa Indonesia memiliki sekelompok kata yang membagi=bagi nomina maujud dalam kategori tertentu. Contoh : orang – untuk manusia

Konsep tunggal, jamak, dan generik
Dalam bahasa Indonesia konsep tunggal itu ditandai oleh pemakaian kata seperti satu, suatu atau esa, se-, sedangkan konsep jamak umumnya dinyatakan degan perulangan. Contoh : tunggal – meja, jamak – meja-meja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Memahami Wacana Sastra Melalui Kegiatan Membaca Puisi

Membaca Puisi diartikan sebagai kegiatan menyampaikan puisi didepan hadirin dengan sepenuhnya membaca teks puisi. Unsur gerak anggota tu...