Membaca
Puisi diartikan sebagai kegiatan menyampaikan puisi didepan hadirin dengan
sepenuhnya membaca teks puisi. Unsur gerak anggota tubuh atau perubahan arut
muka tidk dipentingkan. Agar pembaca dapat membaca puisi setepat-tepatnya
seperti yang dihendaki oleh penyairnya, dia harus dapat menginterpretasikan
atau menafsirkan puisi yang dibacakan dengan cara menghayati puisi tersebut.
Penghayatan yang benar dan sungguh-sungguh akan melahirkan ekspresi yang betul
dan mengesankan. Ekspresi tersebut akan terlihat pada mimic (gerak seluruh tubuh), gesture
(gerak tangan, pantomimik atau gerak seluruh tubuh), dan naik turunnya suara. Suara dan tekik vocal yang memadai menjadi sesuatu yang amat penting dalam sebuah
pembacaan puisi, karena dalam kenyataannya, penghayatan pembaca akan menentukan
intonasi, jeda, irama, gerak-gerik anggota tubuh, dan mimik. Yang perlu
diperhatikan dalam masalah vokal yaitu kejelasan pengucapan, kebenaran
pengucapan (aksen, intonasi, dan pengucapan fonem), serta volume suara. dan
teknik vokal yang memadai,
Namaku Toraja
Di
uratku deras mengalir sungai Sa’dang
Tulang
igaku tanduk-tanduk kerbau belang
Nafasku
angin pegunungan angin lembut di rumput ilalang
Langit
bapakku bumi ibuku
Toraja
namaku
Benihku
tumbuh di batu tumbuh di tanah
Benihku
padi di ladang padi di sawah
Benihku
julang di gunung tabah di lembah
Benihku
pohon-pohon kopi belukar dammar hutan-hutan cemara
Namaku
toraja
Benihku
tak hangus di api tak benam di air
Benihku
tak luka dibadik tak koyak ditombak
Benihku
tak tebas dipedang tak tembus dipanah
Benihku
langit kakeknya bumi neneknya
Namaku
toraja
Husni
Djamaluddin
Penilaian
Saya terhadap Buku Teks itu dilihat dari Charter and Long yaitu:
1. Ketersedian
umum teks yang tercetak, artinya naskah yang dipilih telah tersedia.
2. Teks
tersebut menyediakan pilihan yang memenuhi syarat tentang kesusastraan secara
menyeluruh, meskipun kecil atau sedikit. Artinya teks yang dipiih mengandung
unsur-unsur sastranya.
3. Teks
yang dikenal atau baku (standar) atau teratur dibandingkan dengan teks yang
tidak dikenal atau tidak baku. Artinya, saya memilih satu buah naskah sastra
yang saya anggap tidak baku yang terdapat di buku teks terbitan Ganeca karena
saya yakin kalau penulis puisi tersebut belum terkenal dan satu buah lagi dari
buku sepuluh petunjuk dalam membaca dan memahami puisi, Mursal Esten yang saya anggap sudah baku karena penulis
puisi tersebut terkenal.
4. Pilihan
yang dibatasi oleh silabus atau lembaga pengujian dibandingkan dengan
penyeleksian secara bebas mengenai apa saja yang ditentuan oleh guru itu adalah
tepat atau sesuai. Artinya teks yang saya pilih itu Relevan, sesuai dengan
tingkatannya jenjang pendidikannya.
5. (Pada
kajian Charter and Long Nomor 6) Teks yang panjang dibandingkan dengan teks
yang pendek. Artinya saya memilih satu teks yang panjang dan satu teks yang
pendek guna mengenalkan bahwa puisi tidak hanya ada puisi yang panjang saja,
tapi ada juga puisi yang pendek. Hal ini dilakukan agar wawasan siswa tentang
puisi bertambah.
Soal:
1. Apa
tema puisi yang telah dibacakan tersebut?
2. Apa
makna yang terkandung dalam puisi tersebut?
3. Apa
pesan yang hendak disampaikan oleh penyair?
Jawaban:
1. Tema
dari puisi tersebut adalah menceritakan keadaan alam Toraja.
2. Makna
puisi tersebut ialah menekankan keindahan alam, karakteristik, dan keunggulan
Toraja yang terletak di daerah dataran tinggi. Melalui citraan visual, penyair
berusaha menggambarkan keindahan dan karakteristik alam Toraja yang dialiri air
Sungai Sa’dang, terlihat gembala kerbau, terasa angin pegunungan, dan angin
lembut diantara rumput ilalang. Makna ini terletak dalam uraian kata-kata yang
terdapat dalam bait pertama yaitu:
Di uratku deras mengalir sungai Sa’dang
Tulang
igaku tanduk-tanduk kerbau belang
Nafasku
angin pegunungan angin lembut di rumput ilalang
Langit
bapakku bumi ibuku
Toraja
namaku
Pada bait kedua dan ketiga si penyair menekankan
keunggulan Toraja melalui gaya bahasa pengulangan (repetisi) kata Benihku, Benihku tak, dan klausa Namaku
Toraja.
Benihku
tumbuh di batu tumbuh di tanah
Benihku padi
di ladang padi di sawah
Benihku
julang di gunung tabah di lembah
Benihku
pohon-pohon kopi belukar dammar hutan-hutan cemara
Namaku toraja
Benihku tak
hangus di api tak benam di air
Benihku tak
luka dibadik tak koyak ditombak
Benihku tak
tebas dipedang tak tembus dipanah
Benihku
langit kakeknya bumi neneknya
Namaku toraja
3. Pesan yang hendak disampaikan oleh
penyair yaitu, keindahan alam Toraja yang terletak di daerah dataran tinggi
yang memiliki berbagai keunggulan.
_Anna Devara_